Empu Blog

Masih sama seperti yang dulu. Blog sederhana ini masih diempui oleh Ahmad Fa’iq. Seorang anak dusun yang tengah mengais mimpi-mimpi di sebuah universitas negeri. Ya, empu blog masih tercatat sebagai mahasiswa Sastra Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Tak percaya? Silahkan cek NIM saya; 07062943xx,😀

Alhamdulillah, penghujung tahun 2010 (29 Desember), setelah berjuang mempertahankan argumen skripsi, saya pun dinyatakan lulus. Jadi, empu blog ini bukan lagi seorang mahasiswa. Kini saya mempunyai aktifitas sebagai editor di sebuah penerbit buku yang berada di Jakarta.

Tak perlu panjang lebar, setidaknya saya tak dianggap pengecut karena bersembunyi di balik blog tanpa mengungkapkan identitas diri. Jika sahabat pembaca masih merasa kurang, silahkan hubungi via email berikut: faiq_alfaruq@yahoo.com Perkenalan ataupun saran dan kritik yang siap saya tampung.

***

Lahir Kembali ‘tuk Letupkan Karsa yang Tertungkus

Genap satu tahun blog ini mati, tak ada aktifitas. Memang, tak jarang komen-komen dari sahabat pembaca muncul tuk sekedar menyapa atau bertanya, namun sang empu tetap tak bergeming. Dia biarkan komen-komen berserakan tak terurus. Satu demi satu tulisannya pun dihapus. Lelah dan bosan, mungkin. Tapi bukan sekedar itu alasannya, ada dua alasan yang melatarbelakangi non-aktifnya blog ini. Dua alasan yang mempunyai sisi berbeda dan dikemukakan oleh dua orang yang berbeda. Alasan pertama adalah sebuah nesehat pribadi yang diberikan oleh seorang kawan karib. Sebuah nasehat indah yang ia kutip dari mutiara kata seorang ulama di Saudi Arabia, asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri -rahimahullahu-. Inti dari nasehat tersebut adalah tentang adab seorang thalibul’ilmi ketika berkecimpung di dunia Internet. Sebuah nasehat yang sangat indah, semoga Allah memberikan balasan kepada kawan tersebut dengan sebaik-baik balasan. Tak berselang lama, alasan kedua pun muncul. Yaitu saat sang empu mengikuti sebuah seminar tentang blogging yang digawangi oleh Romi Satrio Wahono. Dengan gayanya yang khas, dia berikan sebuah parameter untuk mengukur bagus atau tidaknya sebuah blog. Setelah mendengar dua petuah di atas, muncul di benak sang empu sebuah anggapan bahwa ada kesalahan di blog yang ia miliki dan harus segera dibenahi. Akhirnya label Under-Construction pun terpampang. Tak hanya satu hari, label tersebut bertengger nyaman di blog ini selama satu tahun. Satu tahun yang lama, dikarenakan ganglion-ganglion kemalasan yang mendera.

Semangat itu kembali muncul, ganglion-ganglion kemalasan berhasil diamputasi. Kini, setelah melalui proses pembenahan yang cukup lama (lebih kurang satu bulan), blog ini pun lahir kembali, dengan versi yang berbeda; v2.0 REBORN. Mengangkat sebuah nama -Ahmad Fa’iq- dan membuang judul lama -Blackblog-. Kelahiran blog ini juga mengusung jargon baru, sebuah jargon yang menandai kebangkitan blog ini setelah sempat lama mati suri. Lahir Kembali ‘tuk Letupkan Karsa yang Tertungkus. Sebuah kalimat singkat sarat makna yang dirasa oleh sang empu. Mungkin ada yang bertanya, “Apa maknanya?”. Karsa dalam KBBI edisi 3 bermakna daya, kemampuan, keinginanan, kehendak (Silahkan merujuk ke KBBI Daring http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php). Sedangkan tertungkus bermakna terbungkus ataupun tenggelam (sang empu menemukan kata tersebut ketika merambah situs pribadi milik seorang maestro sastra tanah air, Taufiq Ismail). Jadi, kembali aktifnya blog ini adalah untuk mencuatkan daya atau keinginan sang empu yang selama ini terpendam. Memang, semua itu dilatari oleh munculnya lagi semangat sang empu untuk menulis. Apalagi ketika liburan tiba, dan fasilitas online tersedia. Hampir setiap malam sang empu menggunakan jari-jarinya untuk menulis, apapun itu. Sebagiannya ada yang diposting di note Facebook, sebagiannya lagi tertungkus-lumus di folder pribadi, menjadi rahasia sementara atau selamanya.

Perubahan pun terjadi di sana-sini. Perubahan paling nampak terlihat pada template, nama halaman, menu dan kategori. Namun perubahannya tak cukup di situ. Perubahan signifikan yang membedakan blog ini dengan versi sebelumnya adalah laras bahasa yang digunakan sang empu. Salah satunya adalah mengurangi -atau cenderung menghilangkan- istilah-istilah slank yang dulu sering dipergunakan. Dengan kata lain, istilah-istilah yang digunakan dalam blog ini akan lebih bersifat formal. Tujuannya adalah untuk melatih sang empu saat penulisan skripsi nanti, agar terbiasa dengan kaidah EYD. Yap, hal tersebut bisa disimpulkan sebagai salah satu pertimbangan dihidupkannya kembali blog ini. Selain itu, tulisan-tulisan lama yang dulu sempat dihapus, beberapa diantaranya ditampilkan kembali. Tentu saja setelah melalui proses penyaringan dan penyuntingan.

Hal terpenting bagi sang empu saat ini adalah memupuk semangat untuk terus menulis, tak lupa diiringi dengan semangat membaca, karena hal yang terpenting yang dibutuhkan saat akan menulis adalah membaca. Muncul pertanyaan yang menggelitik, “Jika semangat luluh, apakah ada kemungkinan blog ini mati kembali?” Biarkan hal itu menjadi rahasia waktu, yang jelas sekarang semangat itu masih ada, membara dalam dada. Walaupun jelas di tengah kesibukan kuliah semester akhir, tak mudah bagi sang empu untuk meng-update blog ini secara rutin. Tapi, seperti yang telah diungkapkan tadi, sekarang semangat itu masih ada!

Akhir kata, selamat menikmati goresan-goresan ringan di Blog ini!

Depok, 10 Agustus 2010

11 pemikiran pada “Empu Blog

  1. faiq??

    faiq yg mana yah..?? hwehe..
    wehh pasang poto owh, enda cepet bisa dikenal daning wong liya,,🙂

    yawislah, kapan2 nyong mampir maning..

    keep blogging iq!!!

  2. Cara cepat dan mudah baca dan terjemah kitab bahasa Arab
    FAKTA LUGHATUNÂ: hanya dengan syarat bisa membaca Quran, dalam 16 pertemuan mampu BACA dan TERJEMAH KITAB BAHASA ARAB
    http://www.lughatuna.com | (021) 9619 7050 | e-mail: lughatuna@yahoo.com

    Bekasi, 25 Zulhijjah 1429 / 23 Desember 2008

    Kepada Yth
    Bapak/Ibu Kaum Muslimin/Muslimat
    di tempat
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Sebelumnya, kami ingin memperkenalkan lembaga kami kepada Bapak/Ibu. Lembaga kami adalah Lughatunâ Language Institute yang bergerak dalam penelitian dan pengembangan pengajaran bahasa Arab.
    Hasil yang telah dicapai dalam penelitian dan pengembangan pengajaran bahasa Arab adalah buku Lughatunâ. Buku Lughatunâ telah teruji dan terbukti mampu mengantarkan indvidu (usia dewasa) yang belum pernah belajar bahasa Arab, kecuali bisa membaca Alquran; dapat membaca, memahami dan menerjemahkan kitab bahasa Arab maksimal selama 16 pertemuan (per pertemuan 5 jam pelajaran x 40 menit).
    Apabila Bapak/Ibu berkeinginan untuk mengenal buku Lughatunâ secara lebih lengkap, insya Allâh pihak Lughatunâ Language Institute bersedia mempresentasikan buku Lughatunâ di hadapan Bapak/Ibu.
    Atas perhatian dan sambil menunggu jawaban dari Bapak/Ibu, kami ucapkan jazâkumullâhu khayran dan terimakasih.
    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Hormat kami

    Asri Ibnu Tsani Djali

    FAKTA LUGHATUNÂ: hanya dengan syarat bisa membaca Quran, dalam 16 pertemuan mampu BACA dan TERJEMAH KITAB BAHASA ARAB

    Pada Ahad, 29 Rabiul Awwal 1429 / 6 April 2008, bertempat di Masjid Wadhah Albahr Pusdiklat Dewan Dakwah Tambun Bekasi Jawa Barat, Lughatunâ Arabic Course mengajak kaum Muslimin/Muslimat sekitar menyaksikan keberhasilan Lughatunâ Arabic Course mengantarkan peserta didiknya (yang sebelumnya tidak mengenal bahasa Arab, kecuali bisa membaca Alquran) mampu membaca kitab bahasa Arab (sumber bacaan kitab adalah Zâdul-Ma`âd, jilid 1, hal. 248-250) hanya dalam waktu maksimal 16 pertemuan (per pertemuan 40 menit x 5 jam pelajaran). Bagaimana caranya? Buku Lughatunâ adalah kunci sukses pendidikan bahasa Arab di Lughatunâ Arabic Course.

    BUKU LUGHATUNÂ? Buku Lughatunâ memuat hal-hal yang paling pokok tentang Nahw (tata kalimat) dan Sharf (tata kata) dalam bahasa Arab. Materi yang dipilih berdasarkan pada seringnya suatu tata kalimat atau tata kata digunakan. Materi dan tadribat (latihan) menampilkan penggunaan bahasa dalam lingkup ibadah yang menjadi keseharian individu Muslim, selain juga menggunakan nas-nas (teks-teks) Alquran. Hal lain, buku Lughatunâ disertai cara pembelajaran yang akan membantu Anda mempelajari materi ajar secara mandiri dengan mudah dan cepat, insya Allah.

    BUKU LUGHATUNÂ KAYA INOVASI?
    Apa yang membedakan buku Lughatunâ dengan buku pelajaran bahasa Arab lainnya?
    1. Buku Lughatunâ disusun berdasarkan prinsip dan karakteristik warga belajar dewasa.
    2. Buku Lughatunâ disusun untuk pemula.
    3. Buku Lughatunâ ditulis dengan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan bagi pemula yang ingin belajar bahasa Arab. Hanya disyaratkan telah mampu membaca Alquran untuk dapat mempelajari buku Lughatunâ.
    4. Buku Lughatunâ disertai alat pembelajaran.
    Sebagai upaya agar buku Lughatunâ dapat dipelajari secara mandiri, buku Lughatunâ disertai alat pembelajaran, seperti:
    a. Memaparkan cara membentuk kata atau kalimat selangkah demi selangkah, khuthwatan fa-khuthwatan, step by step.
    b. Materi disusun secara hierarki dan berurutan serta disertai tadribat (latihan) secara terpisah.
    c. Halaman buku Lughatunâ dibagi dua.
    i. Badan halaman: memuat pokok bahasan materi.
    ii. Tepi halaman: memuat pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan materi pada badan halaman, atau simpulan materi yang telah lalu.
    Menggunakan dua warna: (1) hitam, digunakan untuk huruf-huruf dari kata dasar; dan (2) abu-abu [hitam 50-70 %], digunakan untuk imbuhan (awalan, sisipan dan akhiran) kata.
    5. Buku Lughatunâ menggunakan kosa kata seputar ibadah dan ayat-ayat Alquran.|a

    Penulis

    Asri Ibnu Tsani Djali

    http://www.lughatuna.com
    http://lughatuna-bahasaarab.blogspot.com/
    http://lughatuna.multiply.com
    http://lughatuna.wordpress.com
    (021) 9619 7050
    e-mail: lughatuna@yahoo.com

  3. assalamu’alaykum warahmatulloh wabarakaatuh…

    kursus bahasa arab di daerah jak-tim dimana ya? huff…

    jazakumulloh khairan..

  4. Bismillah.

    Ck.. ck.. ck.. Ana terkesan. Alamaaak, gaya bahasa & struktur gramatologinya!!! Sangat blogger-ish dan ada semangat eksistensial yg menggebu-gebu! Gak kayak yg kemarin, yg sangat.. um.. SMS-ish. Plus didukung perluasan jaringan ke Twitter. Enda, watch out for Fa’iq. Ahhahahah..

    P.S.: Bukan EYD lagi namanya. Bahasa Indonesia yang baik dan benar aja, ehm, maksudnya “saja”.

    Ahmad Fa’iq: 😀 ahlan akhi… (‘kok bisa’ kembali mengunjungi blog ini?)

  5. Assalamualaikum,
    Saya perlu bantuan untuk menterjemahkan dari bahasa inggris atau indonesia menjadi bahasa arab. apakah saya bs dibantu???
    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s