Prove Me Wrong, Sir!


Hari ini, 20 Oktober 2014, bangsa kita melantik presiden baru. Rakyat gegap gempita mengadakan pesta. Selama beberapa masa pergantian kepemimpinan negara yang pernah saya alami, pelantikan inilah yang paling meriah. Bukan sekadar dari sisi pesta rakyat yang diadakan, tetapi juga dari pro dan kontra yang dihadirkan sejak masa pemilihan. Bahkan di detik-detik pelantikan pun masih banyak suara-suara negatif didengungkan.

Persoalan asing aseng (yang konon tak sekadar persoalan demarkasi) dan agama menjadi isu yang paling sering dibahas – yang menurut saya sebagian besarnya hanyalah pepesan kosong. Saya menyebutnya pepesan kosong bukan berarti saya tidak peduli dengan isu tersebut, tetapi lebih karena isu-isu tersebut dilontarkan oleh mulut-mulut kotor para politikus. Sekadar isu untuk mencari kawan ataupun menjegal lawan. Sama saja, kubu KMP ataupun KIH. Saya tak suka keduanya.

Kembali ke sosok yang akan dilantik menjadi pemimpin bangsa ini, dengan jujur saya katakan, saya mempunyai penilaian negatif kepada beliau sejak beliau masih menjabat sebagai walikota Solo. Ada beberapa alasan, tetapi cukuplah pengingkarannya terhadap amanah (dan ambisinya terhadap kepemimpinan) saat meninggalkan jabatan sebagai walikota Solo dan gubernur Jakarta menjadi alasan utama saya.

Kursi kepemimpinan ditinggalkan semaunya. Tak ada rekam jejak yang sempurna. Prestasi atau kegagalan, keduanya masih samar.

Berangkat dari alasan itu, saya menjadi antusias ketika beliau resmi dinobatkan menjadi presiden baru negeri ini. Mengapa? Karena inilah jabatan yang kecil kemungkinan (bisa dibilang tidak mungkin) beliau mengundurkan diri di tengah masa jabatan untuk kemudian mencari jabatan yang lebih tinggi (atau mungkin beliau akan mancalonkan diri menjadi sekjen PBB? Hehe).

Presiden, jabatan tertinggi di negeri ini. Saatnya beliau menunaikan amanah kepemimpinan tanpa tergiur dengan kepemimpinan lain yang lebih tinggi, menunaikan masa jabatan hingga masa bakti selesai (kecuali ada pemakzulan). Dan semuanya akan terbukti. Baik pendukung ataupun pembenci beliau akan melihat jelas kapabilitas dan integritas beliau. Siapa yang benar dan siapa yang salah akan nampak, asalkan masih ada keadilan dan kejujuran dalam menilai.

Saya pribadi, sebagai muslim dan rakyat Indonesia, berharap penilaian saya kepada beliau selama ini salah. Beliau pemimpin negeri ini sekarang, maka saya serahkan ketaatan (terhadap hal-hal yang tidak menyelisihi syariat) dan doa saya untuk beliau. Semoga Allah menjadikan beliau pemimpin yang baik, senantiasa diberi taufik untuk menegakkan perkara bagi dirinya, Islam, dan kaum muslimin. Semoga beliau selalu didekatkan dengan penasihat-penasihat yang baik, dan dijauhkan dari orang-orang yang berhati jahat pembuat makar. Kalaupun yang terjadi sebaliknya, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang setimpal dan menggantinya dengan pemimpin yang lebih baik.

I hope you’ll prove me wrong, Sir!

Muhammad bin Munkadir berkata, “diberitakan kepada Ibnu Umar -radhiyAllahu ‘anhuma- tentang pembaiatan Yazid bin Mu’awiyah, maka beliau berkata, ‘jika ia (Yazid bin Mu’awiyah) baik dalam kepemimpinannya maka kita ridha, dan jika ia buruk dalam kepemimpinannya maka kita bersabar’”. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf Juz 11 Hal. 100 Cet. Idaaratul Qur’an dengan sanad Shahih)

Al-Imam Fudhail bin Iyadh -rahimahullah- berkata, “Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpin.” Maka ditanyakan kepada beliau sebab hal tersebut, “jelaskan kepada kami wahai Abu ‘Ali (Fudhail bin Iyadh) tentang hal ini!” Ia menjawab, “jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka ia akan baik, maka rakyat dan negara akan menjadi baik dengan sebab kebaikannya.” (Syarhus Sunnah hal. 113-114 Cet. Maktabah Dar Al-Minhaj)

Sumber kutipan: https://www.facebook.com/madrasah.alatsariyah?fref=nf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s