Hitam Putih


Cukup lama (bahkan sangat lama) jemari ini tak menulis kata-kata yang terangkai dalam ranah gramatikal, terlalu sibuk dengan kata yang tercecer dalam ranah leksikal. Walaupun tetap menulis, namun bermain dalam ranah leksikal cukup membuat jenuh, bahkan membuat imaji menjadi buntu. Sebenarnya sejak dua bulan yang lalu banyak yang ingin empu gores dan ceritakan untuk mengisi blog ini, seperti cerita tentang sidang skripsi yang berjalan dengan sangat menyenangkan, pasang surut di usia 21, dan juga tentang sebuah acara seremonial yang tidak esensial; wisuda. Namun semuanya sebatas ide yang tak terealisasikan, empu terlalu sibuk dengan deretan kata yang tersusun dan terurut sesuai abjad. Ya, dunia leksikografi menjadi dunia yang sedang empu geluti beberapa bulan ini. Semoga suatu saat ide-ide goresan yang tadi bisa empu wujudkan untuk tampil di blog ini, sekedar berbagi cerita. Sebagai perwujudan dalam mengawali keinginan untuk menulis lagi, empu akan mulai dengan cerita tentang dua warna, hitam dan putih, warna yang tidak hanya sekedar warna favorit empu karena pandangan, namun memiliki makna tersendiri yang โ€“menurut empu- cukup mendalam (sebenarnya tidak terlalu penting juga sih, tapi rasanya juga bukan suatu masalah kan?๐Ÿ˜€ ).

Hitam dan putih, dua warna yang sangat kontras. Keduanya mempunyai karakter yang tegas dan masing-masing melambangkan sebuah integritas. Hitam sering diidentikkan dengan kegelapan (atau kesesatan), dan putih sering sering diartikan sebagai kesucian. Tapi, sebagaimana yang dikatakan al-Imam Abu โ€˜Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafiโ€™i –rahimahullah– dalam petikan syairnya,

ู…ุง ูƒูู„ู‘ู ุจูŽูŠุถูŽุงุกูŽ ุดูŽุญู’ู…ูŽู‡ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  ูˆูŽู„ุงูŽ ูƒูู„ู‘ู ุณูŽูˆุฏูŽุงุกูŽ ููŽุญู’ู…ูŽู‡

“Bukan semua yang putih itu lemak,dan bukan segala yang hitam itu arang!”

Yap, hitam tak selalu berarti kegelapan dan putih tak selalu berarti kesucian. Kebetulan, kebanyakan orang-orang sesat selalu memakai pakaian hitam, namun bukankah itu hanya stereotip yang tidak bisa digeneralisasikan dan dimutlakkan? Sebagaimana kita tidak bisa menggeneralisasikan bahwa setiap orang yang berjenggot dan berpakaian cingkrang adalah teroris. (kasus mudahnya begini, kebanyakan preman-preman pasar bercelana jeans. Si A juga memakai celana jeans. Lalu, apakah dengan kedua premis tersebut dapat ditarik konklusi bahwa si A adalah preman pasar? jawabannya tidak).

Langsung ke inti saja, hehe, makna warna hitam dan putih bagi empu. Sebagian kawan mengatakan bahwa empu menyukai warna hitam dan putih karena empu nge-fans dengan sebuah klub sepak bola asal Italia (bermarkas di Turin) yang mempunyai tradisi laten sebagai juara, Juventus. Tapi tidak, justru sebaliknya, awal dari rasa suka empu terhadap Juventus adalah karena warna seragamnya yang hitam putih. Dulu empu samasekali buta tentang sepakbola, dan begitu tahu jika ada klub juara yang jersey-nya hitam putih empu pun langsung jatuh cinta, yeah Bianconerro (arti tepatnya putih hitam). Bahkan ada kalimat dari supporter Juventus tentang filosofi warna hitam putih yang empu sangat suka,

โ€œSome people think life is black
Some people think itโ€™s white
We are know itโ€™s black and white โ€œ

Bagi empu, perpaduan antara hitam dan putih adalah perpaduan warna yang paling elegan dan eksklusif di muka bumi๐Ÿ˜€ . Bukankah para lelaki cenderung menyukai sesuatu yang bersifat elegan dan eksklusif? Mungkin โ€“dari hal-hal yang empu sebutkan- pembaca beranggapan kalau empu terlalu subjektif dan bahkan cenderung mengada-ada. Tapi silakan buktikkan sendiri, telusuri laman google dengan keyword black and white atau hitam putih, pasti pembaca akan banyak menemukan gambar-gambar yang bersifat elegan dan eksklusif. Hehehe…

Selain itu, warna hitam putih juga merupakan warna bendera dan panji yang digunakan oleh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- dalam peperangan. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut,

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ย  ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฑูŽุงูŠูŽุชูู‡ู ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ููˆูŽุงุคูู‡ู ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถูŽ

“Panji peperangan (rayah) Rasulullah -shallahu ‘alaihi wasallam- berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwaa) berwarna putih.” (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)

Terakhir โ€“bukan sebagai pembatasan, namun dikarenakan artikel sudah cukup panjang-, warna hitam dan putih adalah warna yang ingin empu jadikan sebagai warna pakaian ketika menikah nanti, insyaAllah. Kenapa? Karena perpaduan warna hitam dan putih adalah perpaduan warna yang romantis. Gak percaya? Silakan pandang gambar berikut,

Romantis sekali, kan?ย ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

Depok, 21 Februari 2011
Sekedar tulisan pelipur jenuh

2 pemikiran pada “Hitam Putih

  1. wah,, juventini ya..? ane milanisti neh…. ahahaha…
    sukses buat wisuda nya yaah….

    Selamat sobat,anda mendapat award dari saya. Silahkan ambil award nya disini

    Ahmad Fa’iq: hoho~ dapet backlink dr blog yg punya pagerank3, thanks.. moga bisa naikin trafik,kekekekekekeh๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s