Tersenyumlah!


Saat kejenuhan muncul di benak (karena buntunya penulisan ******) dan kesedihan melanda hati (karena nasib saudara-saudara kita di kawasan Merapi),  aku teringat pada secarik kertas yang diberikan oleh seorang kawan seperjuangan. Perlahan kubaca, disertai kerlingan dahi karena (bagiku) tak mudah mengartikan dan memahaminya. Namun, ketika selesai kutelaah, semilir angin semangat nan segar mulai berhembus, harumnya motivasi baru pun mulai meyerbak. Bukan, Ini bukanlah soal cinta kawan, melainkan lantunan kata pembangkit semangat, semangat agar kita selalu tersenyum. Mari kuperlihatkan,

إذا لم تستطع أن تنظر أمامك لأنّ مستقبلك مظلم

وإذا لم تستطع أن تنظر خلفك لأنّ ماضيك مؤلم

فانظر إلى الأعلى تجد ربّك تجاهك

ابتسم فإنّ هناك من يحبّك،

يعتنى عليك،

يحميك،

ينصرك،

يسمعك،

يراك،

إنّه الله

تبسم فإن الله ما أشقاك إلا ليسعدك

وما أخذ منك إلا ليعطيك

وما أبكاك إلا ليضحكك

وما حرمك إلا ليتفضل عليك

وما ابتلاك إلا لأنه يحبك

Jika engkau tak dapat memandang ke depan  karena gelapnya masa depan,

dan jika engkau tak dapat memandang ke belakang karena menyakitkannya masa lalu,

lihatlah ke atas, maka kau akan menemukan Rabbmu, menatapmu.

Tersenyumlah, karena di sana ada Zat yang selalu mengasihimu,

merawatmu,

melindungmu,

menolongmu,

mendengarmu,

dan melihatmu,

Dialah  Allah.

Tersenyumlah, sungguh Allah tak kan membebanimu  kecuali tuk kebahagiaanmu.

Dia tak kan mengambil sesuatu darimu kecuali tuk menggantinya (dengan yang lebih baik).

Dia tak kan membuatmu menangis kecuali tuk buatmu tertawa (bahagia).

Dia tak kan melarangmu kecuali tuk kebaikanmu.

Dan Dia tak kan mengujimu (dengan musibah) kecuali karena cinta-Nya kepadamu.*

Kuberharap, semoga semangat yang kupetik dari tulisan ini dapat dipetik juga olehmu kawan. Urungkan rasa sedihmu, dan tersenyumlah!🙂

—–

*semuanya harus disertai ketaatan kita pada-Nya

[maaf bila terjemahannya kurang sempurna, silahkan koreksi!]

4 pemikiran pada “Tersenyumlah!

  1. suka kalimat2 ini. terjemahannya udah bagus dibanding gw. hehehe…kok sama kayak yang di statusnya Gina ya?

    Ahmad Fa’iq: Secarik kertas itu memang di kasih Gina… hehe🙂

  2. kalimat kedua bukan bahaya tapi menyakitkan,
    masa lalu yang menyakitkan..

    Ahmad Fa’iq: Ok master, gw edit… syukran laka🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s