Gajah Mati Meninggalkan Gading


Bermula dari keisengan menulis sebuah status di salah satu situs jejaring sosial,

“Harimau mati meninggalkan belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Mahasiswa lulus meninggalkan….?”

Tak disangka, ada 5 komentar yang memberikan jawaban berbeda. Berbeda dari sisi retorika dan dari sisi makna,

1.      Mahasiswa lulus meninggalkan kampus
2.      Mahasiswa lulus meninggalkan seribu pertanyaan
3.      Mahasiswa lulus meninggalkan kotoran

4.      Mahasiswa lulus meninggalkan cerita
5.      Mahasiswa lulus meninggalkan skripsi

Sebagaimana halnya empu, mungkin mereka pun sama isengnya ketika memberikan sebuah komentar. Namun,  ada makna lain bagi empu setelah berulang membaca komentar-komentar tersebut. Sebagai mahasiswa, apa yang akan empu tinggalkan jika lulus nanti?

Apakah hanya akan pergi begitu saja meninggalkan kampus, tanpa ada karya dan prestasi yang berarti?

Apakah akan meninggalkan seribu pertanyaan, pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa empu disini, atau apa yang sebenarnya telah empu pelajari, dan sembilan ratus sembilan puluh delapan jenis pertanyaan lain?

Atau –bahkan- empu akan meninggalkan seonggok ‘kotoran’? ‘kotoran’ yang disebabkan buruknya sebuah laku. Alih-alih memberikan prestasi, yang ada hanyalah cemarnya sebuah nama karena sebuah laku.

Yang pasti, empu akan meninggalkan sebuah cerita; entah cerita jenaka, ironi, ataupun kisah cinta. Namun, siapa yang akan mengingatnya? Hanya empu sendiri?

Setidaknya,  empu akan berusaha (dengan izin-Nya) untuk meninggalkan sebuah karya, karya sederhana yang empu harap akan dibaca oleh teman dan adik-adik kelas empu…

Harimau mati meninggalkan belang,

Gajah mati meninggalkan gading,

Mahasiswa lulus meninggalkan skripsi😀


baca: Skripsi Wujud Aktualisasi Diri

2 pemikiran pada “Gajah Mati Meninggalkan Gading

  1. SETUJU!!!
    menghasilkan sebuah karya bernama skripsi menurut gw merupakan salah satu bentuk berbagi. Berbagi ilmu yang udah kita dapat selama kuliah. SEMANGAT, Iq!

    Ahmad Fa’iq: si.. grazie!😀

  2. sebenarnya bukan cuma skripsi or TA sih,, tapi lebih kepada sumbangsih karya mu kepada almamater entah itu prestasi atau apa saja yg bikin almamater bangga terhadapmu.

    kunjungan pertama neehh… udah ak link di blog ku..🙂

    Ahmad Fa’iq: ya, setuju. setidaknya ada karya yang bisa kita sumbangkan kepada almamater kita, apapaun itu (oleh karna itu saya pribadi juga tidak bisa mendeskreditkan para pemilih jalur non-skrip, mungkin mereka bisa menelurkan karya2 mereka dalam bentuk lain).
    thanks atas kunjungannya mi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s