Malu!


Aku malu!
malu atas beribu dosaku
maksiat tlah jadi laku
mulut tak pernah bisu,
mengumbar kata tabu.

Aku malu!
malu atas kemalasanku
alih-alih baca buku
sekedar menyapa ilmu,
pun aku tak mau.

Aku malu!
malu atas kesombonganku
untaian nasehat hanya angin lalu
secuil pujian s’lalu kutunggu,
bak seorang maha guru.

Aku malu!
malu atas rasaku
rasa cinta nan syahdu
dibalut rindu menggebu
pada dia, bukan pada-Mu.

Aku malu!
malu kepada Rabbku,
pula kepada aku.

Dan dalam renung, aku menangis kelu
cemas dan harap melebur satu
ya Allah, ampuni aku…

*sebuah momentum baru,
teruntuk aku dan sahabat-sahabatku,
4 hari menjelang Ramadhan 1431

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s